Berbobot 200 ton dan panjang 33 m, bila dibandingkan dengan organisme
ini, paus biru terlihat seperti sebuah teh botol dibandingkan beratnya.
Makhluk hidup terbesar di dunia adalah sebuah Armillaria ostoyae yang
ada di Malheur National Forest di Oregon, Amerika Serikat.
Mau tahu itu binatang apa? Bukan
binatang kok, melainkan jamur. Armillaria ostoyae atau jamur madu yang
hidup di Hutan Nasional Malheur di daerah timur Oregon, USA.
Jamur itu hidup kira-kira 3 kaki di bawah permukaan tanah
dan memliki luas sekitar 890 hektar/8,9 km2 serta berusia sedikitnya
2.400 tahun, bahkan lebih.
Percaya atau tidak, organisme yang hidup di bawah tanah itu ternyata bukan gerombolan jamur, tapi hanya satu jamur saja.
skip to main |
skip to sidebar
White Coat Syndrom
Senin, 18 Juni 2012
Barcelona, Takut atau grogi saat diperiksa oleh dokter
bisa membuat tekanan darah meningkat, sehingga dokter mengiranya sebagai
gejala hipertensi. Kesalahan diagnosis karena grogi dialami 1 dari 3
pasien hipertensi dan disebut white coat syndrome.
Temuan ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Dr Alejandro de la Sierra dari University of Barcelona. Dalam penelitian itu, Dr Alejandro mempelajari diagnosis 69.045 pasien hipertensi dan membandingkannya dengan pengukuran tekanan darah secara mandiri saat berada di rumah.
Dari seluruh pasien yang diamati, 8.295 pasien tidak mengalami perbaikan meski sudah mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Setiap kali memeriksakan diri, tekanan darahnya selalu tinggi padahal obat sudah diminum secara teratur sesuai anjuran.
Saat dibandingkan dengan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri, 37 persen di antaranya dipastikan mengalami white coat syndrome yang membuat tekanan darahnya mendadak naik setiap kali bertemu dokter. Padahal jika diukur sendiri, tekanan darahnya selalu normal.
Dibandingkan pada laki-laki, white coat syndrome lebih banyak dialami oleh perempuan yakni sebanyak 42 persen sementara pada laki-laki hanya dialami oleh sekitar 34 persen. Tidak diketahui pasti bagaimana jenis kelamin mempengaruhi rasa takut atau grogi saat diperiksa dokter.
"Bila hipertensi tidak sembuh-sembuh, pemeriksaan tekanan darah secara mandiri harus dilakukan untuk memastikan apakah itu hanya white coat syndrome atau memang hipertensi yang persisten (menetap)," ungkap Dr Alejandro seperti dikutip dari Healthday, Rabu (6/4/2011).
Dr Alejandro menambahkan, hipertensi dikatakan persisten apabila tidak sembuh meski sudah menerima sedikitnya 3 jenis obat hipertensi. Berbeda dengan white coat syndrome, peningkatan tekanan darah pada hipertensi persisten terjadi siang dan malam bukan hanya saat periksa ke dokt
Temuan ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Dr Alejandro de la Sierra dari University of Barcelona. Dalam penelitian itu, Dr Alejandro mempelajari diagnosis 69.045 pasien hipertensi dan membandingkannya dengan pengukuran tekanan darah secara mandiri saat berada di rumah.
Dari seluruh pasien yang diamati, 8.295 pasien tidak mengalami perbaikan meski sudah mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Setiap kali memeriksakan diri, tekanan darahnya selalu tinggi padahal obat sudah diminum secara teratur sesuai anjuran.
Saat dibandingkan dengan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri, 37 persen di antaranya dipastikan mengalami white coat syndrome yang membuat tekanan darahnya mendadak naik setiap kali bertemu dokter. Padahal jika diukur sendiri, tekanan darahnya selalu normal.
Dibandingkan pada laki-laki, white coat syndrome lebih banyak dialami oleh perempuan yakni sebanyak 42 persen sementara pada laki-laki hanya dialami oleh sekitar 34 persen. Tidak diketahui pasti bagaimana jenis kelamin mempengaruhi rasa takut atau grogi saat diperiksa dokter.
"Bila hipertensi tidak sembuh-sembuh, pemeriksaan tekanan darah secara mandiri harus dilakukan untuk memastikan apakah itu hanya white coat syndrome atau memang hipertensi yang persisten (menetap)," ungkap Dr Alejandro seperti dikutip dari Healthday, Rabu (6/4/2011).
Dr Alejandro menambahkan, hipertensi dikatakan persisten apabila tidak sembuh meski sudah menerima sedikitnya 3 jenis obat hipertensi. Berbeda dengan white coat syndrome, peningkatan tekanan darah pada hipertensi persisten terjadi siang dan malam bukan hanya saat periksa ke dokt
sumber : http://health.detik.com/read/2011/04/06/105159/1609695/763/grogi-saat-diperiksa-dokter-bisa-dikira-hipertensi
Langganan:
Postingan (Atom)
| © 2010 Perawat Profesional |Blogger Template by BloggerTheme

