Si Kecil yang Kaya Manfaat

Sabtu, 09 Juli 2011


Siapa yang suka makan kuaci? Cemilan yang ‘seru’ cara pengupasannya ini ternyata memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan loh. Mau tahu apa saja? Check this out.

Siapa yang tidak mengetahui kuaci? Hampir semua pernah makan cemilan ringan satu ini. Ternyata, walaupun bentuknya kecil, namun banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Zat-zat gizi yang ada di dalam kuaci mampu menangkal kanker, memperbaiki dan/atau mencegah penyakit kardiovaskuler, hipertensi, dan menurunkan kadar kolesterol jahat.

Kuaci berasal dari biji tanaman bunga matahari. Tanaman yang berasal dari Meksiko dan Peru ini kemudian menyebar sejak tahun 1700 ke banyak negara. Tanaman bunga tersebut kemudian dibudidayakan secara besar-besaran di Jerman, Perancis, Rumania, Bulgaria, Rusia, Hongaria dan Amerika Serikat.

Mulanya tanaman bunga matahari dibudidayakan sebagai tanaman hias. Belakangan bijinya dimanfaatkan sebagai kuaci dan sumber minyak untuk produk kosmetika. Sentra budi daya tanaman bunga matahari berada di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kuaci merupakan sumber lemak sehat (tak jenuh) hampir 90%, vitamin, antioksidan, mineral, protein dan fitokimia yang sangat baik. Selain itu, biji bunga matahari mengandung lemak tak jenuh ganda (asam linoleat) dan tunggal (asam oleat), jenis lemak yang melindungi jantung. Studi klinis menunjukkan, makanan tinggi lemak tak jenuh lebih baik daripada makanan rendah lemak, karena meningkatkan HDL (kolesterol baik) dan menurunkan LDL (kolesterol jahat).

Biji bunga matahari juga merupakan sumber vitamin E terkaya; seperempat gelas biji bunga matahari memberikan 90,5% dari kebutuhan harian vitamin E. Vitamin E adalah antioksidan dan anti radang; mengurangi gejala asma, osteoartritis dan rematoid arthritis, yang utamanya dipengaruhi oleh radikal bebas dan radang.
Asupan vitamin E yang cukup dapat menurunkan risiko berkembangnya plak pada pembuluh darah dan kanker kolon. Juga dapat mengurangi keparahan dan frekuensi rasa panas (hot flush) yang dialami wanita menopause dan komplikasi diabetes. Selain itu, kuaci juga banyak mengandung mineral bermanfaat; seperti fosfor (705-755 mg/l00 g), kalium (648-689 mg/100 g), kalsium (54-116 mg/100 g), natrium (3-99 mg/100 g), besi (6,77-7,28 mg/100 g), dan tembaga (0,69-1,75 mg/100 g).

Mineral kalsium dan fosfor sangat penting perannya dalam pembentukan massa tulang dan gigi, sehingga bermanfaat untuk mencegah osteoporosis. Keberadaan mineral kalium sangat penting untuk mengimbangi natrium. Kalium bersifat hipotensif, yaitu memiliki efek penurunan tekanan darah.

Nutrisi yang tidak kalah pentingnya dalam kuaci bunga matahari adalah fitosterol, salah satu fitokimia. Jika dikonsumsi dalam jumlah memadai, terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menyehatkan jantung, meningkatkan respon imun dan menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Sebuah penelitian menunjukkan, dari 27 kacang-kacangan dan biji-bijian yang paling sering dikonsumsi di AS, biji bunga matahari dan pistachio memiliki fitosterol tertinggi (270-289 mg/100 gr).

Biji bunga matahari juga kaya akan folat (sangat baik bagi ibu hamil) dan berbagai mineral seperti magnesium, selenium, tembaga, zinc, kalsium, dan zat besi.

Namun, walaupun kandungan kimia kuaci berperan besar bagi kesehatan, jumlah konsumsinya yang masih rendah dan tidak kontinyu menyebabkan sumbangan gizinya tidak berarti banyak bagi masyarakat. Menyadari pentingnya minyak pada biji bunga matahari, saat ini biji tersebut telah diolah menjadi sunbutter.

Sunbutter merupakan mentega dari biji bunga matahari yang dapat digunakan untuk memasak dan membuat salad. Pembuatan produk dari biji bunga itu telah dilakukan di Cina, Rusia, Eropa, dan juga Amerika Serikat. Saat ini biji bunga matahari banyak diolah menjadi minyak. Kelebihan minyak biji bunga matahari dibandingkan dengan minyak zaitun adalah minyak biji bunga matahari memiliki asam oleat (omega-9) yang lebih tinggi.

Kuaci yang berasal dari biji bunga matahari ini mengandung vitamin B1 (thiamin), vitamin B5, Vitamin E, asam folat, dan berbagai macam mineral seperti mangan, fosfor, selenium, kalium, kalsium, natrium, magnesium, hingga tembaga. Kuaci mengandung vitamin E, vitamin B, asam folat, dan magnesium yang berfungsi sebagai antioksidan dan pelindung tubuh dari radikal bebas untuk memperbaiki DNA mu yang rusak

Kandungan vitamin E di dalamnya membantu menjaga kesehatan kulit (menghaluskan dan membantu regenerasi sel), menyehatkan rambut, dan mata. Tak hanya itu, vitamin E bermanfaat pula untuk meningkatkan detoksifikasi tubuh, mencegah kanker, mengurangi asma, osteoarthritis, rematik, mengurangi resiko terkena kanker usus besar, komplikasi diabetes, dan mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Sementara itu, magnesium membantu fungsi saraf, mencegah pengeroposan tulang, serta mencegah terjadinya kejang otot.

Selenium bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, mencegah sakit kepala atau migrain, serta dapat mengurangi penyakit jantung dan stroke.

Tak hanya bijinya, bagian lain dari tanaman bunga matahari juga kaya khasiat loh. Menurut Dr Setiawan Dalimarta, ketua Bidang Pelayanan Sentra Pengembangan dan Penerpan Pengobatan Tradisional (Sentra P3K) DKI Jakarta, bunganya dapat mengurangi sakit kepala, sakit gigi, nyeri menstruasi, atau nyeri lambung. Sementara itu, akarnya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kencing, radang saluran nafas, batuk rejan, dan keputihan. Terakhir, daunnya bermanfaat untuk malaria dan anti radang.

Biji bunga matahari juga bisa diolah menjadi minyak nabati yang setara dengan minyak zaitun, sehingga bisa digunakan secara luas sebagai pengganti minyak sayur. Kualitas minyak terbaik didapat dari varietas biji hitam yang kandungan minyaknya berkisar antara 50 hingga 60 persen.

Ternyata kuaci juga dikonsumsi di seluruh dunia. Dari data Food and Ariculture Organization of The United Nations tahun 2005, disebutkan bahwa negara produsen kuaci terbesar adalah Rusia, disusul oleh Ukraina, Argentina, China, India, Amerika, Turki, Bulgaria, Afrika Selatan, dan Serbia.

Selain dimakan sendiri, kuaci yang telah dikupas kulitnya juga bisa digunakan sebagai pengganti kacang tanah untuk taburan bubur ayam, sup, salad, atau yoghurt.

Ternyata kuaci yang kecil itu banyak mafaatnya dari segi kesehatan, seperti :
• Mencegah pembesaran kelenjar prostat
Kelenjar prostat memerlukan asam amino yang langka seperti m-karboksifenilalanina, pirazoalanina, asam aminobutirat dan sitrulin yang terdapat dalam kuaci labu kuning atau waluh. Unsur mineral Zn (seng) dan Mg (magnesium) dalam kuaci juga sangat diperlukan kelenjar prostat yang dapat mencegah pembesaran kelenjar prostat.
• Mengatasi Kolesterol
Kandungan omega 3, omega 6 dan omega 9 dalam kuaci memiliki dampak positif pada pada komposisi kolesterol darah. Hal ini tentu saja mengurangi resiko buruk pada penyakit jantung, stroke, hipertensi dan penyakit lainnya.

Jenis Kuaci
Kuaci memiliki berbagai jenis yakni kuaci biji semangka, biji labu kuning dan biji bunga matahari. Dari ketiga ini yang paling baik adalah kuaci labu kuning dan bunga matahari karena rasanya yang tawar. Kuaci biji semangka cenderung asin, sehingga anda harus rajin dan cermat mengupasnya supaya garamnya tidak ikut termakan.

Buat Kuaci Sendiri, yuk!!!
Ambil panci, isi air dan masukkan garam. Setelah air mendidih masukkan 
biji, kecilkan api dan biarkan hingga 2 jam.
Angkat biji dan saring. Beberkan biji di atas kertas serap dan biarkan kurang lebih 4 jam.
Ambil toples lalu masukkan biji ke dalamnya dan siram dengan beberapa sendok makan minyak sayur, aduk sampai rata. Panggang biji dengan suhu 350 derajat celcius selama 20-30 menit (kocok toples setiap 5 menit). Setelah matang keluarkan dari oven taburi dengan garam lalu dinginkan. Kuaci sehat siap dinikmati. Selamat mencoba!

Sumber :

1. http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=16052.0

2. http://tikapunya.wordpress.com/2009/03/03/manfaat-biji-bunga-matahari/

3. http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=281&catid=3

4. http://goorme.com/article/manfaat-biji-bunga-matahari-kuaci

5. http://www.apakahkamutau.com/2011/02/manfaat-kuaci.html

6. http://www.ibudanbalita.com/diskusi/pertanyaan/18167/KUACI-...-Si-Kecil-yang-Kaya-Manfaat

0 komentar:

Posting Komentar